Marseille dan Atletico Madrid akan berhadapan di Parc Olympique Lyonnais dalam partai final Liga Europa 2017/18, Kamis (17/5). Siapa yang akan keluar sebagai juara?

Atletico, yang merupakan juara kompetisi ini di edisi 2009/10 dan 2011/12, mengincar gelar yang ketiga. Melihat beberapa statistik yang ada, Atletico pantas lebih diunggulkan.

Atletico mengawali langkah di kompetisi Eropa musim ini di fase grup Liga Champions. Atletico tersingkir di fase grup dan terlempar ke babak 32 besar Liga Europa. Perlu diketahui bahwa tiga dari delapan final sebelumnya dimenangi oleh klub-klub yang tersingkir dari fase grup Liga Champions, yaitu Atletico pada 2010, Chelsea pada 2013 dan Sevilla pada 2016.

Atletico juga punya skuat yang setingkat lebih baik. Pilar utamanya adalah Antoine Griezmann, penyerang Prancis yang sudah mengemas empat gol dan tiga assist di Liga Europa musim ini.

Selain itu, beberapa pemain Atletico pun sudah berpengalaman menjuarai kompetisi ini. Vitolo dan Kevin Gameiro pernah menjuarainya tiga musim beruntun bersama Sevilla (2013/14, 2014/15, 2015/16). Filipe Luis, Gabi, Diego Godin, Juanfran, Koke dan Saul sudah memperkuat Atletico ketika jadi juara bersama pelatih Diego Simeone pada musim 2011/12. Fernando Torres meraihnya bersama Chelsea pada musim 2012/13.

Sejauh ini, belum ada klub Prancis yang jadi juara di UEFA Cup/Liga Europa. Marseille sendiri pernah dua kali masuk final, tapi selalu kalah. Marseille kalah lawan Parma di final 1999 dan Valencia di final 2004.

Namun bukan berarti Atletico bakal menang begitu saja. Pasalnya, Marseille besutan Rudi Garcia punya pemain-pemain yang berpotensi membahayakan mereka. Termasuk di antaranya adalah kapten Dimitri Payet, yang merupakan pendulang assist terbanyak (7) di Liga Europa 2017/18.

Di laga sebelumnya, Marseille cuma imbang 3-3 melawan tuan rumah Guingamp pada pekan ke-37 Ligue 1. Marseille terancam gagal finis di tiga besar. Jika ingin lolos ke Liga Champions musim depan, Marseille perlu mengalahkan Atletico di Lyon.

Atletico sebaliknya. Atletico berada dalam kondisi ideal menyusul kemenangan 1-0 atas tuan rumah Getafe lewat gol tunggal Koke, yang membuat mereka hampir pasti finis di peringkat 2 La Liga.

Jika ada faktor yang bisa merusak kans menang Atletico, maka salah satunya adalah kepastian absennya Simeone di pinggir lapangan. Dia dilarang mendampingi tim dalam empat pertandingan menyusul pengusiran di semifinal leg pertama kontra Arsenal.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Marseille (4-2-3-1): Steve Mandanda; Jordan Amavi, Luiz Gustavo, Adil Rami, Hiroki Sakai; Andre Zambo Anguissa, Morgan Sanson; Lucas Ocampos, Dimitri Payet, Florian Thauvin; Valere Germain.
Atletico (4-4-2): Jan Oblak; Sime Vrsaljko, Jose Gimenez, Diego Godin, Lucas Hernandez; Saul Niguez, Gabi, Thomas Partey, Koke; Antoine Griezmann, Diego Costa.

HEAD TO HEAD
10-12-2008 Marseille 0-0 Atletico (UCL)
02-10-2008 Atletico 2-1 Marseille (UCL).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR MARSEILLE
27-04-2018 Marseille 2-0 Salzburg (UEL)
29-04-2018 Angers 1-1 Marseille (Ligue 1)
04-05-2018 Salzburg 2-1 Marseille (UEL)
07-05-2018 Marseille 2-1 Nice (Ligue 1)
12-05-2018 Guingamp 3-3 Marseille (Ligue 1).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR ATLETICO
27-04-2018 Arsenal 1-1 Atletico (UEL)
29-04-2018 Alaves 0-1 Atletico (La Liga)
04-05-2018 Atletico 1-0 Arsenal (UEL)
06-05-2018 Atletico 0-2 Espanyol (La Liga)
12-05-2018 Getafe 0-1 Atletico (La Liga).

PREDIKSI SKOR
Meski tanpa didampingi Simeone, Atletico tetap lebih difavoritkan.

Simeone dinilai mampu memenangi adu taktik melawan Garcia walau tanpa harus berada di pinggir lapangan. Atletico pun diprediksi mampu mengatasi Marseille selama 2x45 menit.

Kemenangan tipis buat Los Colchoneros.

Prediksi skor akhir: Marseille 1-2 Atletico Madrid.

Sumber : bola.net