INICASINO - Laju Barcelona di Liga Champions rupanya tidak semulus laju mereka di La Liga pada musim 2017/18. Begitu perkasa di La Liga, Barca rupanya hanya mampu melaju hingga babak perempat final saja di pentas antar klub Eropa.

Langkah Blaugrana untuk bisa menghentikan dominasi Real Madrid di Liga Champions baru saja kandas di tangan AS Roma. Klub yang awalnya diprediksi bisa disingkirkan dengan mudah oleh Barca. Apalagi, Barca menang 4-1 pada leg pertama di Camp Nou.

Namun apa daya, Barca tidak bisa berbuat banyak pada laga leg kedua di Stadion Olimpico, Rabu (11/4) dini hari WIB.

Lionel Messi tidak mampu mencetak gol, Gerard Pique sering kali kalah berduel melawan Edin Dzeko. Marc-Andre Ter Stegen pun tidak tampil prima. Barca kalah 3-0 dari Roma dan harus mengubur mimpi melaju ke babak semifinal.

Dikutip dari Marca, berikut adalah delapan alasan mengapa Barca gagal di Liga Champions:

Kepergian Neymar

Barca boleh saya mengklaim jika mereka tidak merasakan dampak masif kepindahan Neymar ke PSG. Hal itu juga ditunjang dengan sukses di kancah domestik. Bahkan, Barca bisa mengklaim untung dengan menjadikan Neymar sebagai pemain paling mahal dunia.

Tapi, dampak kepindahan Neymar baru terasa saat bermain di Liga Champions.

Musim lalu, saat Barca harus melakukan aksi comeback melawan PSG, Neymar datang sebagai juru selamat. Saat Lionel Messi sedang buntu, Neymar mampu menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pilar Barca.

Bagaimana dengan Paulinho? Atau Ousmane Dembele? Atau Philippe Coutinho?

Barcelona punya modal dasar 220 juta euro di bursa transfer musim panas 2017/18 ini. Dana yang cukup besar bagi Ernesto Valverde untuk bisa mendapatkan pemain yang benar-benar dia incar untuk membuat skuatnya makin tangguh.

Tapi, Marco Verratti, Philippe Coutinho, Ander Herrera dan Angel Di Maria gagal didatangkan pada awal musim.

Praktis, transfer sukses Barca hanya ada pada sosok Paulinho, yang belakangan penampilannya mulai menurun. Ousmane Dembele lebih sering cedera, Nelson Semedo belum maksimal. Bahkan, Deulofeu hanya bertahan setengah musim saja.

Jadi incaran sejak bulan Juni, Coutinho akhirnya hadir di Barca pada bulan Januari. Tapi, datang pada tengah musim bukan perkara yang mudah bagi pemain untuk langsung beradaptasi. Apalagi, Coutinho juga sempat mengalami cedera.

Lantas, ini yang paling pelik, pemain asal Brasil tersebut hanya bisa bermain di level domestik. Tak ada nama Coutinho untuk Barca di Liga Champions.

Nama lain yang didatangkan oleh Barca pada bulan Januari yakni Yerry Mina. Kontribusinya? Pemain asal Kolombia hanya sekali tampil di La Liga dan tidak sekali pun bermain di Liga Champions. Jadilah Mina sebagai pembelian sia-sia belaka.

Sebuah pilihan mengejutkan diambil oleh Ernesto Valverde kala memainkan Lionel Messi di laga 'tidak penting' melawan Leganes di pekan ke-31 La Liga. Barca sudah memimpin jauh di klasemen dan harusnya Messi dijaga tenaganya untuk Liga Champions.

Messi tampil penuh dan mencetak hattrick di laga melawan Leganes. Hasil yang bagus, tapi hanya untuk di La Liga.

Hal yang sama juga terjadi pada kasus Gerard Pique yang sempat mengalami cedera pada awal tahun. Tapi, Valverde tetap memainkannya.

Bandingkan dengan Real Madrid, pelatih Zinedine Zidane memiliki perhitungan yang jeli dalam merotasi pemain di La Liga dan Liga Champions. Dia tahu mana yang jadi prioritas. Dan, Zidane berani tidak memainkan Cristiano Ronaldo di La Liga agar fit di Liga Champions.
Lionel Messi adalah Barca dan Barca adalah Lionel Messi.

Mungkin itulah yang terjadi pada musim 2017/18. Lihat saja pada laga melawan Sevilla awal April ini. Barca tertinggal dua gol dari Sevilla, kemudian Messi datang dari bangku cadangan lalu mencetak satu gol dan satu assist. Barca selamat dari kekalahan.

Begitu juga saat Barca menang 3-0 atas Leganes dari hattrick La Pulga akhir pekan lalu.

Lalu apa yang terjadi di Stadion Olimpico? Messi mendapatkan pengawalan ekstra dari pemain Roma. Danielle De Rossi mendapat tugas khusus untuk menjaga Messi. Setelahnya, masih ada Kostas Manolas dan Federico Fazio. Tak ada pemain lain yang men-support Messi dengan maksimal.

Inicasino - Ernesto Valverde seperti tidak punya rencana kedua di laga melawan Roma. Mantan pelatih Athletic Bilbao itu pasif saja saat melihat anak asuhnya berada di bawah dominasi Roma. Tidak ada inovasi taktik yang dilakukan.

Bahkan, tidak ada pergantian pemain yang dilakukan.

Valverde baru melakukan pergantian pemain pada menit ke-81, dengan memasukkan Andre Gomes. Lantas, dia memasukkan Ousmane Dembele dan Paco Alcacer di menit ke-85 secara bersamaan. Kedua pemain itu masuk setelah skor 3-0 untuk Roma. Dalam lima menit, apa yang bisa diharapkan dari mereka?

Lupa Dengan Sejarah

Barcelona bukan tim kemarin sore di Liga Champions. Mereka punya segudang pengalaman, termasuk dengan pemain yang kini ada dalam skuat. Harusnya, Barca bisa belajar dari pengalaman yang sudah didapat. Setidaknya, pengalaman pada musim lalu.

Pengalaman saat Barca kalah dengan skor 4-0 di markas PSG dan kemudian comeback dengan gagah di Camp Nou. Barca mampu menang 6-1 atas PSG.

Pengalaman tersebut seolah sirna begitu saja, hilang ditelan bumi. Barca seolah abai setelah menang 4-1 du leg pertama atas Roma. Mereka tidak menyiapkan diri dengan rencana comeback Roma di leg kedua yang digelar di Stadion Olimpico. Barca pun kalah dengan skor 3-0 dan gugur di ibukota Italia.

Penurunan Performa Pemain Kunci

Paulinho seolah membuat Barcelona move on dari kepergian Neymar pada awal musim. Pemain yang dibeli dari Guangzhou Evergrande tampil begitu bagus. Bahkan, dia juga rajin mencetak gol ke gawang lawan. Tapi, tidak ada gol Paulinho di Liga Champions.

Sejak pergantian tahun, penampilan Paulinho mulai menurun. Kali terakhir pemain berusia 29 tahun mencetak gol terjadi pada laga La Liga melawan Real Sociedad pada tanggal 15 Januari lalu. Selebihnya, Paulinho belum mencetak gol lagi untuk Barca.

Bahkan, Paulinho hanya duduk manis di bangku cadangan pada laga melawan Roma.

Tidak hanya Paulinho yang penampilannya menurun. Barca juga kehilangan Samuel Umtiti. Pemain asal Prancis tidak tampil sekokoh pada awal musim. Bahkan, belakangan ini dia lebih sibuk terlibat dalam gosip transfer dan permintaan kenaikan gaji pada Barca.